Bayi sering Menguap, Waspada Tanda Keracunan !

Photo-0007T: Balita saya (19 bulan) suka menguap berkali-kali, walaupun sudah tidur siang lama, yakni 2-3 jam. Apakah hal itu wajar?

J: Menguap atau tarik napas dalam (hiperventilasi) merupakan salah satu tanda mengantuk. Lama tidur siang balita Anda masih normal untuk anak seusianya. Seringnya dia menguap mungkin disebabkan jumlah total tidurnya dalam satu hari kurang, sehingga muncul keinginan tidur lagi.

Jumlah total tidur rata-rata balita usia 1 tahun adalah 14 jam per hari, dan balita usia 2 tahun adalah 13 jam per hari. Dugaan bahwa anak sedang mengantuk akan lebih kuat, bila aktivitas fisiknya pada saat menguap berlebihan itu, juga kurang. Menurut saya, sering menguap pada balita Anda merupakan hal yang wajar selama dia baik-baik saja. Penuhi jumlah total tidur anak dalam sehari agar tak sering menguap.

Bila bayi sedang mengantuk, tentu mulutnya menguap. Tapi, kalau bayi menguap berkali-kali padahal tidak sedang mengantuk, inilah yang harus diwaspadai.

Bukan tidak mungkin itu pertanda bayi terkena sindrom keracunan obat-obatan dari ibunya yang pernah atau kecanduan narkoba.

Penggunaan drugs (obat-obatan) secara terus menerus, terutama di masa kehamilan berdampak terhadap janin yang dikandung si ibu, khususnya sistem syaraf dan otak janin. Bukan tidak mungkin janin yang akan tumbuh menjadi bayi akan mengalami perkembangan otak yang lamban atau idiot di dalam masa kandungan hingga mengalami cacat tubuh. Untuk itu, bagi ibu yang kecanduan narkoba harus memikirkan nasib bayi dalam kandungannya dan dirinya sendiri sebelum penyesalan seumur hidup.

Seperti Efni (25), ibu muda satu ini sangat paham mengenai dampak buruk menggunakan drugs (obat-obatan) selama masa hamil. Ia juga tidak munafikan diri kalau semasa gadisnya pernah mencoba narkoba untuk mengetahui rasanya. “Jangankan drugs, merokok pada masa kehamilan bisa menyebabkan kematian janin di dalam kandungan. Apalagi kalau menggunakan obat-obatan terlarang, dampaknya lebih parah lagi,” katanya.

Efni memang bukan seorang pecandu narkoba. Meski hanya menggunakan narkoba sekali saja, ia memiliki ketakutan luar biasa setelah menikah dan mengandung. Efni tak pernah berhenti mencari tahu bagaimana caranya melahirkan bayi sehat. Termasuk, pertanda bayi sering menguap salah satunya.

“Saya mencari tahu melalui buku dan internet cara merawat kandungan yang sehat untuk mendapatkan anak yang sehat pula. Makanya, saya tahu dari internet kalau bayi yang sering menguap adalah akibat terkena sindrom keracunan obat-obatan,” ujarnya.

Karena merasa pernah menggunakan narkoba, lantas Efni tak berhenti memperhatikan perkembangan anaknya Nayla (7 bulan). “Untungnya anak saya nguap kalau sedang mengantuk saja,” tambahnya.

Diakuinya, dia sempat memiliki ketakutan terhadap anaknya. Namun setidaknya, Efni sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kesehatannya selama kehamilannya. Mulai dari faktor makanan hingga mengasup vitamin yang dianjurkan dokter kandungan.

“Semua akan berubah ketika Anda sadar bahwa ada kehidupan lain di dalam perut Anda. Sebelum terlambat jaga diri Anda, mulailah dari sekarang merubah pola hidup yang tidak bayi demi bayi atau anak kita,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: