Bonding Ayah dengan Bayi

100_4470Bukan jamannya lagi, hanya ibu yang punya hubungan emosional kuat dengan bayi. Ayah pun bisa, walau Anda tak hamil, melahirkan atau bahkan menyusui. Cara ayah untuk membangun hubungan emosional yang kuat dengan bayi, adalah sebagai berikut:

1.    Usap perut
Menunjukkan kasih sayang pada bayi ternyata bisa dilakukan sejak ia dalam kandungan. Mengusap perut sang istri berarti juga mengusap calon bayi Anda. Cara ini dapat mengalirkan elektron-elektron positif yang berasal dari tubuh Anda kepada bayi sehingga sifat-sifat baik serta aura positif Anda akan turun padanya. Efek jangka pendeknya, janin merasa aman, nyaman, terlindungi dan disayangi. Biasanya bayi akan merespon melalui gerakan atau tendangan sesaat setelah Anda mengusap-usap perut bunda.

2.    Mengajak ngobrol janin

Komunikasi intensif dengan mengajak berbincang janin dapat menyiptakan dan membangun bonding yang kuat di antara keduanya. Begini metodenya:

  • Jadilah pendengar aktif yang berarti Anda menyampaikan obrolan yang sifatnya mengundang cerita anak. Lakukan obrolan ringan pada janin, misalnya, “Adik sedang apa di dalam? Oh, sedang main-main ya, Nak? Hebat! Anak Ayah sudah bisa menendang-nendang. Adik mau jadi pemain sepak bola, ya?”
  • Menceritakan aktivitas dan perasaan Anda dengan pendekatan “I message”. Anda juga bisa memberitahu janin betapa Anda menantikan kehadirannya.


3.    Memotong tali pusat

Jika keadaan memungkinkan dan dokter mengizinkan, Anda dapat memotong tali pusat bayi sesaat setelah ia dilahirkan. Ini dapat menimbulkan ikatan batin antara Anda dan bayi. Proses pemotongan tali pusat diibaratkan “peresmian” dimulainya hidup si buah hati di dunia dan alangkah baiknya jika Anda sendiri yang melakukannya.
Syaratnya, Anda harus mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu untuk menghindari perpindahan kuman. Tunggu instruksi dari dokter, sebab sebelum dipotong, tali pusat harus diklem terlebih dahulu oleh dokter dan gunakan gunting yang sudah disediakan. Sebelum melakukan ini, Anda juga harus siap mental karena akan ada banyak darah di sekeliling bayi.
Terdapat beberapa metode dalam pemotongan tali pusat bayi yang harus Anda ketahui, antara lain:

  • Dipotong segera maupun ditunda beberapa menit setelah bayi baru lahir dengan menggunakan klem dan gunting.
  • Ditunda beberapa menit atau beberapa jam lalu dipotong dengan menggunakan api (burning cord).
  • Tidak dilakukan pemotongan sama sekali hingga tali pusat tersebut puput atau lepas dengan sendirinya atau bisa disebut lotus birth.

4.    Mengadzankan atau membacakan doa
Salah satu ritual umat muslim yang biasa dilakukan sesaat setelah sang anak dilahirkan adalah dengan melafalkan adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kirinya dengan suara yang lemah-lembut. Selain sebagai salah satu cara bersyukur kepada Sang Pencipta atas kelahiran bayi, ritual ini juga merupakan momen mengharukan dan berharga bagi seorang ayah. Saat ini pula lah untuk pertama kali seorang ayah berinteraksi atau bertatap muka dengan anak yang selama ini dinantikan kehadirannya. “Selamat datang buah hatiku.”

5.    Kanguru care
Serupa dengan seekor anak kanguru yang dilindungi oleh induknya di dalam kantung bagian depan tubuhnya, cara ini juga suatu cara orangtua untuk menjaga buah hati dengan cara menggendong dan memeluknya di dada tanpa terbungkus pakaian. Dengan cara ini terdapat kontak kulit antara Anda dan bayi yang bermanfaat untuk menjaga suhu tubuh bayi, mengatur kecepatan jantung dan pernafasan bayi, menenangkan tangis bayi dan bahkan dapat menambah berat badan bayi. Secara emosional bayi akan merasa lebih nyaman dan aman. Hal ini akan membanguan rasa percaya diri Anda dalam memberikan perawatan dan perhatian terbaik bagi anak.

6.    Selalu siaga
Menjadi ayah bukan tradisi turun-temurun atau sekadar status sosial, melainkan “profesi” yang menuntut tanggung jawab besar. Mulai dari melindungi istri yang sedang hamil hingga menyiapkan kedatangan bayi, baik secara finansial maupun secara fisik. Hasil studi University College London, mengatakan bahwa kebanyakan pria cenderung bisa punya kelekatan dengan anak-anak mereka setelah anak mencapai usia pubertas. Padahal, keterlibatan ayah dalam pola pengasuhan anak, terutama pada masa-masa emas tumbuh kembang anak (usia 0–3 tahun) akan sangat menentukan perkembangan mental dan perilaku anak di kemudian hari. Jika seorang ayah bisa lebih banyak terlibat dan merefleksikan kasih sayang serta emosinya, ikatan batin akan terjalin dan membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak bahkan ketika masih berada di dalam rahim sang bunda.

Menggendong
Inilah momen yang tepat untuk memulai kedekatan dengan bayi. Namun kenyataannya, tak jarang para ayah merasa ‘takut’ untuk menyentuh bayinya untuk pertama kali. Padahal, begitu Anda menggendong bayi baru itu artinya semakin dini pula bayi Anda mengenal sosok ayah. Pelukan dan dekapan saat menggendong secara tidak sadar akan membuat aroma tubuh Anda masuk ke dalam indera penciuman bayi dan sentuhan dini yang diberikan akan melatih bayi untuk mengenal Anda sebagai figur yang dekat dengannya selain bunda. Dunia kedokteran pun mengakui bahwa menggendong dan menyentuh bayi dapat menurunkan hormon stres atau cathecholamine, yang berpengaruh pada kekebalan tubuh. Sentuhan juga memperbaiki sirkulasi darah dan pernafasan. Sentuhan di kulit bayi merangsang berbagai hormon pertumbuhan dan hormon serotonin, sehingga membuat bayi nyaman dan tumbuh lebih baik.

8.    Memandikan dan memakaikan baju
Dua hal ini bukan semata-mata tugas seorang ibu. Ikatan batin antara ayah dan bayi akan terjalin baik saat Anda mencoba melakukannya.

9.    Membacakan buku cerita
Meski bayi akan memberi respon terhadap bunyi yang didengarnya, namun suara yang keluar dari mulut orangtua lah yang paling menarik perhatiannya. Ia akan belajar dengan cepat mengenal suara Anda ketika sedang gembira, sedih, tenang, khawatir ataupun marah. Ketika ayah mulai membacakan cerita, bayi memang belum mengerti arti kata dan kalimat yang terucap, namun ia memiliki kemampuan belajar yang cepat. Kegembiraan dan kehangatan ketika Anda membacakan cerita tertanam di memorinya bahwa membaca merupakan saat-saat yang menyenangkan. Pilih buku yang memiliki jalan cerita sederhana dan material buku terbuat dari bahan yang lembut. Tak perlu kaku mengikuti teks yang ada di dalam buku. Bacalah dengan pelafalan kata yang jelas dan ekspresif. Jangan ragu menirukan berbagai macam jenis suara, seperti suara hewan, petir, angin, pintu dibuka atau ditutup. Biarkan bayi ikut memegang atau menyentuh buku yang Anda bacakan. Setelah selesai membacakan, letakkan buku yang terbuat dari material yang lembut disekitar bayi, sehingga ia dapat bersentuhan dengan buku tersebut kapanpun juga. Tinggalkan buku dalam keadaan terbuka untuk memancing rasa ingin tahunya.

10.    Menggantikan popok
Sebelum Anda ganti popok bayi, yakinkan dulu Anda melakukannya dalam ruangan yang bersuhu hangat. Selain itu, persiapkan semua barang yang dibutuhkan dalam jangkauan Anda. Ingat, jangan meninggalkan bayi sendirian, walau sebentar. Gantilah popok bayi dengan lembut dan perlahan-lahan, serta dalam suasana yang menyenangkan.

11.    Dampingi saat anak sakit
Ketika sakit, biasanya bayi lebih rewel. Bukan semata-mata manja tetapi secara naluriah karena ia mencari rasa nyaman untuk kesembuhan. Kehadiran ayah ditambah sentuhan membuat bayi merasa aman, nyaman, dihargai dan disayang, sehingga memiliki semangat untuk sembuh. Sentuhan dapat memindahkan panas tubuh bayi kepada orang yang memeluk, sehingga menurunkan demamnya. Pijatan lembut juga menimbulkan relaksasi pada otot pernafasan, sehingga meringankan gejala batuk dan asma. Saat bayi sakit perut, pijatan lembut di perut merangsang hormon serotonin, sehingga meringankan gejala.

12.    Menjadi ayah ASI

Dukunglah sang istri dalam membrikan ASI. Kehadiran Anda sangat menentukan sukses atau tidaknya pemberianASI eksklusif juga dapat menjalin bonding dengan bayi. Yang harus Anda lakukan adalah ciptakan atmosfer menyusui yang positif. Misalnya ketika bepergian, cari tahu letak ruang laktasi sehingga  bayi tetap dapat menyusu pada sang ibu, beri dukungan positif dan semangat agar sang ibu tetap percaya diri dalam menyusui. Hujani istri dengan pujian, penghargaan atas usahanya dan kata-kata yang bisa membangkitkan semangat untuk tidak berhenti menyusui. Ketika menghadapi situasi dimana Andai tidak tahu bagaimana cara mendukung pasangan katakan “Aku tidak tahu apa yang harus diucapkan, tapi aku akan selalu mendukung apapun keputusanmu”.

13.    Bermain bersama anak
Bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan sekaligus cara untuk memperkuat rasa cinta dan kedekatan anak dengan sang ayah. Tapi perlu diingat bahwa ketertarikan dan rentang perhatian bayi berbeda – beda terhadap suatu permainan. Jadi, jangan sampai berlebihan! Segera berhenti bermain dan beristirahat begitu bayi memalingkan muka, mengalihkan pandangan matanya atau mulai rewel.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: